Dapur SPPG di Rembang Mulai Manfaatkan Gas Alam, Diklaim Lebih Hemat
Dani Agus
Selasa, 2 Juni 2026 08:48:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ia menambahkan, keterlibatan BUMD dalam penyediaan energi bagi dapur MBG dapat menjadi peluang usaha baru yang berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Direktur PT Rembang Migas Energi, Rizal Wijaya menjelaskan, penggunaan CNG menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan LPG.
Selain lebih ekonomis, pemakaian CNG juga dinilai lebih efisien dalam mendukung kebutuhan operasional dapur berskala besar.
”Berdasarkan perhitungan kami, penghematan biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan penggunaan LPG,” jelas Rizal.
Ia menambahkan, ketersediaan pasokan CNG juga relatif terjamin karena PT RME telah menjalin kerja sama dengan pemasok gas alam terkompresi dari Semarang.
Dengan demikian, kebutuhan bahan bakar untuk dapur MBG dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Rizal memastikan, penggunaan CNG aman selama dioperasikan sesuai standar keselamatan yang berlaku. Ke depan, PT RME menargetkan perluasan kerja sama dengan lebih banyak SPPG di Kabupaten Rembang.



