Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang kedua untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.
Kepala Bidang SMP Dindikpora Kabupaten Rembang Ngadiyono mengatakan, proses pendaftaran gelombang pertama telah berlangsung pada 8-10 Juni 2026 dan seluruh berkas pendaftar telah diverifikasi sesuai petunjuk teknis SPMB yang berlaku.
”Alhamdulillah untuk pendaftaran SMP tanggal 8, 9, dan 10 Juni sudah terlaksana sekaligus diverifikasi sesuai petunjuk teknis SPMB yang ada. Selanjutnya pada tanggal 11, 12, dan 13 Juni dibuka gelombang kedua untuk pemenuhan kuota bagi sekolah yang belum memenuhi daya tampung,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, gelombang kedua memberikan kesempatan bagi calon peserta didik yang belum diterima di sekolah mana pun untuk mengikuti seleksi kembali.
Sejumlah SMP negeri yang masih membuka pendaftaran antara lain SMP Negeri 4 Rembang, SMP Negeri 3 Rembang, SMP Negeri 5 Rembang, SMP Negeri 1 Lasem, SMP Negeri 2 Lasem, SMP Negeri 1 Bulu, dan SMP Negeri 2 Bulu.
Menurut Ngadiyono, pada tahap kedua ini pendaftaran dapat diikuti calon siswa dari luar wilayah domisili sekolah. Kebijakan tersebut diambil karena kuota jalur domisili pada umumnya telah terpenuhi pada tahap pertama..
”Untuk tahap kedua ini dengan asumsi kuota domisili sudah tercukupi pada tahap pertama. Maka dimungkinkan peserta didik yang berada di luar domisili dan belum mendapatkan sekolah dapat mendaftar pada sekolah yang masih memiliki kuota,” jelasnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Ia menambahkan, belum terpenuhinya kuota di beberapa sekolah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari jumlah lulusan di masing-masing wilayah hingga pilihan sekolah yang berbeda-beda.
Menekan Angka Anak Tidak Sekolah...
Baca Juga



