Info Haji 2024
Khotbah Wukuf, Begini Pesan Kiai Faiz dari Arafah
Deka Hendratmanto
Sabtu, 15 Juni 2024 18:36:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Makkah – Tepat pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS), jemaah haji Indonesia mengikuti khotbah wukuf.
Di Kloter 70 dan sebagian Kloter 71, khotbah wukuf dibawakan oleh KH Ahmad Faiz dari KBIHU Arwaniyyah.
Dalam khotbahnya mengingatkan jemaah haji agar meluruskan niat dalam menunaikan ibadah haji.
Menurut Kiai Faiz, ibadah haji adalah ibadah yang sangat istimewa. Pertama, berbeda dengan ibadah lain, ibadah haji adalah ibadah yang tak hanya ditentukan waktunya, tapi juga tempatnya.
Kedua, ibadah haji menggabungkan ibadah jazadiyah (fisik) dan maliyah (kemampuan finansial dan harta benda).
’’Sehingga hanya mereka yang mampu dan dimampukan oleh Allah yang bisa melaksanakan haji,’’ ujar Kiai Faiz.
Banyak orang yang punya harta benda tak bisa berangkat. Bisa jadi karena belum tergerak hatinya karena masih digunakan untuk lainnya.
Ada yang sudah tergerak hatinya tapi tak bisa berangkat karena kondisi fisik dan kesehatannya tidak memungkinkan.
Ada yang tergerak dan mampu tapi ada wabah yang melanda dunia. ’’Tentu kita masih ingat bagaimana wabah corona melanda dunia,’’ ujar Kiai Faiz mengingatkan.
Begitu istimewanya ibadah haji, lanjut Kiai Daiz, sehingga insyaallah di yaumil qiyamah nanti semua akan dipertemukan dan dikumpulkan.
Wukuf adalah puncak prosesi kegiatan haji. ’’Dan kegiatan haji yang paling inti adalah Arafah,’’ lanjut Kiai Faiz.
Oleh karena itu, Kiai Faiz mengajak agar selama di Arafah, jemaah haji jangan sampai hanya berdiam diri.
’’Jangan santai-santai saja. Manfaatkan untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT,’’ pesannya.
Arafah, imbuh Kiai Faiz, juga simbol kasih sayang. Arafah adalah sebuah tempat di mana bukit cinta abadi berada di mana Adam dan Hawa bertemu setelah sekian lama terpisah.
Arafah juga mengajarkan keseteraan. Yang miskin dan yang kaya sama. Pejabat dan rakyat jelata sama.
’’Arab dan nonarab juga sama. Semua punya kesempatan untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT,’’ katanya.
Arafah juga mengajarkan persaudaraan dan persatuan. Dari mana pun manusia berasal, selama sebagai kaum beriman, maka semua adalah saudara.




