Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Tak lama lagi wilayah pesisir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah akan memasuki musim baratan. Akibatnya, para nelayan berpotensi tidak bisa melaut.

Untuk mengantisipasi situasi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyiapkan beras paceklik untuk nelayan. Adapun jumlanya mencapai 50 ton.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara menyebut puncak musim hujan pada Januari-Februari. Biasanya, para nelayan tak berani mencari ikan ke laut.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jepara Sujima menyampaikan, beras paceklik tersebut sudah disiapkan di gudang cadangan pangan. Lokasinya berada di Desa Ujungbatu, Kecamatan Jepara.

“Distribusinya nanti melalui kelompok nelayan,” kata Sujima, Rabu (13/12/2023).

Sujima memaparkan, masing-masing nelayan akan mendapatkan 5 kilogram beras paceklik. Melalui kelompok nelayan, penyaluran beras paceklik harus didahului dengan proposal pengajuan kepada Dinas Perikanan. Lalu kemudian diteruskan ke DKPP.

“Saat ini kondisi laut masih stabil. Nelayan pun masih bisa melaut. Beras itu nanti akan disalurkan ketika nelayan betul-betul tak bisa melaut,” jelas Sujima.

Terpisah, Sekterasi DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara Eko Wilman menambahkan pihaknya memang belum mengajukan beras bantuan untuk musim baratan. Karena saat ini belum musim baratan. Kendati sudah memasuki musim hujan, kondisi itu belum berdampak kepada nelayan. Nelayan masih bisa beraktivitas seperti biasa mencari ikan.

“Manakala sudah tanda-tanda musim baratan kami langsung ajukan bantuan,” terangnya.

Untuk saat ini, kata dia, persiapan nelayan menghadapi musim baratan masih seperti biasa. Tidak ada persiapan khusus. Hanya saja nelayan saat ini masih kesulitan BBM solar. Dia berharap Pemkab Jepara bisa membereskan masalah-masalah yang dialami nelayan.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler