Pasar Karangaji Jepara Kena Gusur Normalisasi Sungai SWD II
Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 1 November 2023 11:52:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Normalisasi sungai SWD II (Serang Welahan Drainase II) di Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, akan segera dilaksanakan. Imbasnya, Pasar Karangaji akan jadi target penggusuran oleh Balai Besar Wilayan Sungai (BBWS) Pemali Juwana.
Pantauan Murianews.com, Pasar Karangaji sisi selatan jalan memang berada di bantaran sungai SWD II. Itu sejalur dengan ratusan rumah yang memanjang dari Desa Tedunan, Karangaji dan Kedungmalang yang juga akan digusur.
Pasar itu merupakan satu-satunya jantung perekonomian masyarakat Desa Karangaji. Para nelayan menjual hasil tangkapannya di pasar tersebut.
Pasar Karangaji terbagi menjadi dua bagian yang dibelah oleh jalan utama. Sisi selatan berada di bantaran sungai dan sisi utara berdampingan dengan perkampungan. Di sisi selatan terdapat 45 lapak. Sedangkan sisi utara terdapat 60 los dan lapak.
Para pedagang sudah paham bahwa tanah itu, baik sisi selatan maupun utara adalah milik BBWS Pemali Juwana. Namun sudah belasan tahun mereka berjualan di sana. Mereka pun kini sudah tahu jika akan dilakukan penggusuran.
Titik Usriyah (42), salah satu pedagang sembako di sisi selatan mengaku meneruskan lapak ibunya yang kini sudah lansia. Saban hari, dia haru membayar Rp5 ribu kepada pihak koperasi pasar. Namun, dia tak bisa berbuat banyak.
“Seminggu lalu tahu kalau positif mau digusur,” kata Titik saat ditemui Murianews.com, Rabu (1/11/2023).
Dia berharap, pemerintah tidak hanya menggusur tempat mereka mencari nafkah. Melainkan juga memberikan solusi terbaik. Yakni memberikan tempat jualan baru yang representatif.
Editor: Budi Santoso



