Waduh, Ratusan Buruh di Jepara Laporan Tak Dapat THR
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 27 Maret 2025 15:29:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Ratusan buruh di Jepara, Jawa Tengah, mengajukan laporan pada posko aduan Tunjangan Hari Raya (THR) di Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) setempat.
Kabid Ketenagakerjaan Diskopukmnakertrans Jepara Abdul Mu’id menyebut, sejauh ini ada tiga aduan yang sudah masuk. Dua laporan masuk ke website Kementerian Tenaga Kerja, satu aduan masuk ke posko aduan THR Jepara.
Mu’id menjelaskan, laporan pertama disampaikan oleh serikat pekerja kepada salah satu perusahaan furniture yang ada di Kota Ukir. Dalam laporannya disebutkan, ada 150 karyawan yang tidak dibayarkan THR-nya.
”Langsung kami lakukan klarifikasi ke perusahaan dan pekerja,” kata Mu’id, Kamis (27/3/2025).
Setelah klarifikasi, diperoleh informasi bahwa karyawan tersebut merupakan karyawan kontrak. Sebanyak 148 di antaranya telah habis kontrak pada 21 Maret. Adapun dua lainnya habis kontrak pada 31 Maret.
Sesuai ketentuan, lanjut dia, dua karyawan telah menerima THR dan 148 karyawan tidak menerima karena mereka habis kontrak sebelum H-7 lebaran.
”Ketentuannya memang jika kontraknya selesai sebelum H-7, perusahaan tidak ada kewajiban membayarkan THR. Sedangkan yang dua karyawan kami klarifikasi sudah menerima THR. Kami sampaikan ke pelapor dan laporan ini selesai,” bebernya.
Sedangkan laporan yang masuk ke website Kemenaker, lanjut Mu’id, saat ini masih dalam kroscek ke lapangan oleh petugas. Laporan ini juga terkait THR yang belum dibayarkan oleh perusahaan.
Kroscek Lapangan...
- 1
- 2



