Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Kondisi memprihatinkan dijalani oleh pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng).

Betapa tidak, di saat mereka hidup susah di masa senja, mereka masih harus menanggung hidup anaknya yang kini sakit dan tak bisa berjalan.

Pasangan lansia itu adalah Suwardi (79) dan Murah (78). Mereka tinggal serumah dengan anak angkatnya bernama M Purwanto (41) di RT 06 RW 01 Desa Bawu.

Ketua RT setempat Aris menyebut, mereka merupakan warga pendatang yang sudah menjadi warganya sejak 15 tahun lalu.

Mereka hidup di rumah yang sudah dalam kondisi permanen. Namun tak punya jamban dan sumur. Sehingga ketika mandi, mereka harus ke sungai dekat rumahnya.

”Anaknya tidak bisa berjalan sekitar sepuluh tahun terakhir. Karena pernah jatuh dari pohon sewaktu muda,” kata Aris, Kamis (31/7/2025).

Sejak anaknya tak bisa berjalan, lanjut Aris, Suwardi dan istrinya harus merawat dengan penuh keterbatasan. Suwardi sudah jarang bekerja karena usia sudah memakan tenaganya.

Dia hanya sesekali bekerja merawat kebun dan merawat kambing. Penghasilannya tidak jelas.

Dilaporkan ke Bupati... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler