Program Beasiswa Kartu Sarjana Jepara Resmi Dibuka, Ini Sasarannya
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 23 Agustus 2025 11:03:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Bupati Jepara, Witiarso Utomo resmi membuka pendaftaran program Kartu Sarjana Jepara, Jumat (23/8/2025). Tahun ini, ada 100 kuota beasiswa bagi anak sekolah dari keluarga tak mampu.
Wiwit menyebutkan, tahun ini disiapkan anggaran sebesar Rp 500 juta. Program Kartu Sarjana Jepara itu sepenuhnya dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jepara.
”Target kita tahun ini ada 100 mahasiswa penerima Kartu Sarjana Jepara, tapi bisa jadi lebih karena tergantung besaran UKT kampus pendaftar progam ini,” ujarnya.
Wiwit menyampaikan, program ini ditujukan bagi tiga kategori sasaran. Pertama, lulusan SMA/SMK/sederajat asal Jepara dari keluarga kurang mampu yang melanjutkan ke jenjang Sarjana (S-1).
Kedua, lulusan berprestasi minimal juara 3 tingkat kabupaten atau hafidz Qur’an minimal 10 juz.
Ketiga, mahasiswa aktif asal Jepara yang sudah menempuh kuliah S-1 dari keluarga kurang mampu, memiliki IPK minimal 3,0, dan maksimal sedang menempuh semester 8.
”Beasiswa ini bukan hanya bantuan dana, melainkan wujud nyata perhatian Pemkab Jepara terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kami ingin memastikan generasi muda Jepara tetap dapat melanjutkan kuliah dan menggapai cita-cita, meskipun memiliki keterbatasan finansial. Kita berupaya untuk memutus kesenjangan pendidikan,” jelas Wiwit.
Biaya UKT...
- 1
- 2



