Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) masih dalam kondisi hancur setelah dibakar dan dijarah demonstran pada Minggu (31/8/2025) dinihari.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan akan segera memperbaikinya. Hanya saja, sampai saat ini pihaknya belum bisa menyebutkan jumlah kerugian atas peristiwa itu.

”Sementara ini masih dihitung. Belum ada angka final,” kata Wiwit, Rabu (3/9/2025).

Sembari menunggu inventarisasi dan penghintungan kerugian, Wiwit juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk melakukan percepatan perbaikan gedung wakil rakyat Jepara itu menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT).

Berdadarkan postur anggaran APBD Jepara 2025 yang ada di situs djkp.kemenkeu.go.id, BTT itu angkanya sebesar Rp 13,5 miliar.

”Kita akan upayakan agar fasilitas-faslitas yang rusak segera diperbaiki. Sehingga bisa langsung bekerja secepatnya kembali,” ujar Wiwit.

Terpisah, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna mengaku tak ingin ada agenda yang tertunda. Terutama terkait pembahasan-pembahasan yang dibutuhkan.

”Sekretariat DPRD sekarang berkantor di musala sekretariat dan ruang UMKM,” sebut Agus.

Alternatif Tempat Lain... 

Dalam waktu dekat, mestinya ada agenda rapat paripurna penetapan APBD perubahan. Pihaknya belum bisa memastikan rapat itu akan digelar kapan dan di mana.

Selain itu, pada bulan ini juga diagendakan ada workshop dari pemerintah provinsi Jateng. namun melihat situasi yang ada, pihaknya akan meninjau ulang.

Sebab saat ini, ruang rapat paripurna masih hancur. Di sisi lain, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden pembakaran dan penjarahan di sana. Pihaknya pun masih terus menunggu dan berkoordinasi dengan polisi.

”Apabila ruang paripurna belum bisa digunakan, DPRD akan memanfaatkan alternatif tempat lain, seperti Gedung Shima Setda, aula Sultan Hadlirin Gedung OPD Bersama, atau ruang serbaguna di pengadilan. Kami akan tetap melaksanakan sesuai rencana, meski dengan segala keterbatasan,” imbuh Agus.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler