Pemuda Jepara Jadi Korban TPPO di Kamboja, Organ Dalamnya Masih Aman
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 9 September 2025 17:09:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Pemuda Jepara berinisial MF (25) warga Desa Klepu, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) diduga menjadi korban perdagangan orang atau TPPO di Kamboja.
Sejak semalam, kabar itu ramai di media sosial. Netizen di Facebook misalnya, merespon unggahan foto pemuda Jepara korban TPPO itu dalam kondisi telentang di kasur dengan perban putih melekat di perutnya, dengan asumsi macam-macam. Ada yang berasumsi organ dalam korban, ginjal misalnya, diduga hilang.
Murianews.com mengonfirmasi informasi itu kepada beberapa pihak terkait kebenarannya.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara Samiadji mengatakan, dirinya mendampingi korban langsung saat masuk ke RSUD RA Kartini Jepara, Senin (8/9/2025) sekitar pukul 21.45 WIB.
”Saya juga dikirimi foto yang bersangkutan ada perban (di perut),” kata Samiadji, Selasa (9/9/2025).
Samiadji mengaku melihat langsung kondisi perut korban yang diperban itu. Dia menyatakan tidak ada luka yang terbuka.
“Saya lihat, saya cek persisnya di sekitar ulu hati. Saya buka bajunya, tidak ada luka yang terbuka. Tapi kelihatannya agak memar. Mungkin luka dalam,” ungkap Samiadji.
Kesaksian Samiadji diperkuat dengan hasil rekam medis dan ultrasonografi (USG) yang dilakukan RSUD RA Kartini Jepara. Dr. Tri Iriantiwi, Direktur RSUD RA Kartini Jepara, menegaskan semua kondisi organ dalam normal.
Hasil bagus...
- 1
- 2



