Dari Retribusi Sampah di Jepara, PAD Ditarget Naik Rp 2 Miliar
Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 3 Oktober 2025 15:08:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara (Pemkab Jepara), Jawa Tengah (Jateng) terus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dari retribusi pengangkutan sampah yang ditarget naik menjadi Rp 2 miliar di tahun depan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara (DLH Jepara) , Eko Yudy Nofianto menyebut, tahun ini target retribusinya sebesar Rp 1,2 miliar. Artinya, target Restribusi sampah di Jepara akan naik 66 persen untuk tahun depan.
“Tahun depan (rencananya) targetnya naik jadi Rp 2 miliar,” sebut Yudy, Jumat (3/10/2025).
Yudy menyebutkan, realiasi retribusi pengangkutan sampah hingga 31 Agustus 2025 lalu sudah mencapai Rp 948 juta. Atau sudah tembus 79 persen dari target tahun ini.
Naiknya target itu menjadi tantangan tersendiri bagi DLH Jepara. Yudy akan bekerjasama dengan beberapa pihak untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Bandengan (TPA Bandengan). Di antaranya dengan pihak industri sebanyak 12, instansi 18, dan warga masyarakat melalui program Jepapah sebanyak 1.490 rumah.
“Dari beberapa yang kerjasama itu, kita kirim petugas untuk mengangkut, kemudian mereka nanti membayar retribusi,” jelas Yudy.
Kendati begitu, lanjut Yudy, sistem kerjasama itu dalam jangka panjang akan berdampak pada minimnya kemandirian pengelolaan sampah. Baik di tingkat desa maupun masyarakat. Sehingga pihaknya tetap berencana untuk mendorong terwujudnya kemandirian pengelolaan sampah di tingkat desa.
“Fokus kita ke depan penanganan sampah di area hulu dan midle. Hulu ini misalnya dari rumah ke rumah, untuk midle kita berharap semakin banyak bank sampah,” katanya.
Perda Nomor 1...
- 1
- 2



