Pelabuhan Jepara Diperkirakan Beroperasi Penuh pada Tahun 2032
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 6 Desember 2025 15:35:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Rencana pembangunan proyek pelabuhan internasional di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Diperkirakan, proyek tersebut baru dapat beroperasi penuh pada tahun 2032 setelah melalui berbagai tahapan perencanaan dan konstruksi.
Kepala Bidang Perekonomian, Infrastruktur, Sumber Daya Air (SDA) dan Kewilayahan pada Bappeda Jepara, Dwi Yogo Adiwibowo, menyebutkan bahwa saat ini Feasibility Study (FS) telah rampung, meskipun belum menyentuh analisis kelayakan lingkungan.
Menurutnya, pembangunan pelabuhan ekspor-impor itu baru bisa dimulai pada 2030. Sedangkan operasionalnya baru bisa mulai pada 2032 mendatang.
”Proses awal sampai kontruksi kira-kira butuh waktu lima hingga enam tahun. Memang masih sangat panjang prosesnya,” sebut Yogo, Jumat (6/12/2025).
Namun untuk proyek bisa dimulai, lanjut Yogo, pelabuhan Jepara harus masuk Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) terlebih dahulu. Untuk mencapai itu, harus melalui proses di Pemprov Jateng dan Kementerian Perhububgan.
”Target kita bisa masuk RIPN dulu. Baru proyek ini bisa laksanakan,” kata Yogo.
Yogo menyebut, titik koordinat pelabuhan itu berada di Pantai Jelamun, Desa Balong, Kecamatan Kembang. Tepatnya di lahan PTPN dan Perhutani.
Kawasan Industri...
Rencananya, area pelabuhan membutuhkan lahan sekitar 10 hektare area. Selain pelabuhan, direncanakan pula pendirian Kawasan Peruntukan Industri Kecamatan Kembang seluas 761 hektare area.
Sementara untuk kebutuhan anggaran investasi, sebut dia, yang diperlukan yaitu sekitar Rp 1,063 triliun. Anggaran itu terbagi untuk pembangunan dalam tiga tahap.
Dia memaparkan, tahap pertama yaitu jangka pendek dengan anggaran sekitar Rp 762 miliar, jangka menengah Rp 89 miliar, dan jangka panjang Rp 201 miliar.
Sementara itu, salah satu konsultan studi kelayakan pelabuhan, Gema Mahardika Yogatama menjelaskan dari tren pendapatan, efesiensi operasional, dan dampak ekonomi, pembangunan pelabuhan ekspor-impor di Kabupaten Jepara dinyatakan layak secara finansial dan strategis.
Apalagi, kata dia, jika mempertimbangkan kondisi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang sudah overload. Sementara Pelabuhan di Kabupaten Batang hanya bisa mengambil alih bongkar muat dari Pelabuhan Semarang sekitar 15-20 persen.
”Kabupaten Kudu, Pati, Rembang jauh juga kalau ke Batang, sehingga Jepara bisa mengambil posisi itu,” jelasnya.
Editor: Cholis Anwar



