Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Petinggi Desa Nyamuk, Muaziz mengatakan, saat ini warganya sudah kehabisan pertalite. Mau tidak mau, untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, warga terpaksa jalan kaki atau bersepeda. Sebab mereka hanya bisa mengakses solar untuk perahu.

"Warga memilih jalan kaki. Sebagian ada yang pakai sepeda," kata Muaziz.

Kondisi serupa juga dialami masyarakat di Pulau Parang. Petinggi Desa Parang, Zaenal Arifin mengatakan, warga selama ini hanya bisa beli pertalite kepada pengecer. Baik untuk kebutuhan motor, genset maupun kendaraan roda tiga.

Pengecer pun hanya bisa membelinya di SPBU Karimunjawa. Untuk sampai di SPBU, butuh waktu tempuh sekitar 2,5 jam perjalanan laut dengan kapal nelayan.

"Kalau solar, warga bisa beli (di SPBU) karena ada barcode untuk BBM kapal. Tapi kalau pertalite untuk kendaraan darat tidak ada," imbuh dia.

Zaenal menyebut, saat ini stok pertalite di wilayahnya semakin menipis. Pulau Parang hanya mendapat jatah 400 liter pertalite yang dibeli oleh pengecer sejak sepekan lalu.

Di sisi lain, pertalite tinggal tersedia di masing-masing tangki kendaraan warga dengan sangat terbatas dan terus berkurang. Jika kondisi ini terus berlangsung, maka dipastikan motor warga akan tergeletak begitu saja.

Menanggapi situasi itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT), Taufiq Kurniawan memastikan pasokan BBM di Karimunjawa, baik solar maupun pertalite dalam kondisi aman.

"Pertalite dan solar dalam kondisi aman dengan pengiriman rutin setiap minggu," kata Taufiq, Rabu (1/4/2026).

Soal pembelian melalui pengecer, Taufiq menjelaskan bahwa sesuai dengan ketentuan, penyaluran BBM subsidi seperti peralite, tidak diperuntukkan untuk diperjualbelikan kembali secara eceran.

"Secara aturan memang tidak diperuntukkan diperjualbelikan lagi secara eceran," tegas Taufiq.

Oleh karena itu, lanjut Taufiq, pembelian di SPBU difokuskan langsung kepada konsumen yang berhak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler