Efie merasa ada beban berat saat memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Sebab Ratu Kalinyamat adalah salah satu tokoh yang paling dianggap sakral di Jepara.
”Ada rasa bangga dan takjub. Karena tidak pernah membayangkan bisa memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Semoga saya bisa mengimplementasikan perjuangan beliau di kehidupan saya,” ungkap Efie.
Murianews, Jepara – Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) memperingati Hari Jadi ke 477 tahun. Ada tradisi menghadirkan sosok Ratu Kalinyamat di hari besar ini.
Seperti tahun-tahun lalu, momen Hari Jadi Jepara selalu menyuguhkan sendra tari yang bercerita tentang perjuangan Ratu Kalinyamat mengusir kolonialisme. Sosok perempuan tangguh ini selalu dihadirkan sebagai simbol keberanian kaum perempuan Jepara.
Setiap tahun, pemeran sosok Ratu Kalinyamat selalu berganti. Tak sembarang perempuan bisa menjadi pemeran Pahlawan Nasional itu. Ada tahapan seleksi cukup ketat yang dilakukan tim panitia.
Tahun ini, yang menjadi pemeran sosok Ratu Kalinyamat adalah Efie Rohmatin Marilah. Perempuan asal Kecamatan Tahunan.
Mahasiswi jurusan akuntansi Unisnu Jepara itu tampil gagah mengenakan pakaian serba merah dan menaiki kuda. Sebilah keris yang disisipkan di pinggang menambah aura sangar.
Pimpin rombongan...
Dengan menaiki kuda, dia memimpin rombongan pejabat dari Pendapa RA Kartini menuju kompleks Makam Mantingan. Sepanjang jalan, dia menjadi sorotan masyarakat.
”Ini baru pertama kali saya ikut seleksi dan jadi pemeran Ratu Kalinyamat,” kata Duta Wisata Jepara itu.
Perempuan berusia 22 tahun itu harus melewati tahapan seleksi cukup ketat. Mulai dari postur, ekspresi hingga cara mengendalikan kuda.
”Yang paling sulit memang menge dalikan kuda. Kaya tadi saja, kudanya agak sulit dikendalikan. Mungkin karena ada banyak orang,” ujar dia.
Sebelum memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Ada beberapa ritual yang harus dia lewati. Seperti ziarah ke makam Ratu Kalinyamat hingga puasa.
”Kemarin sebelum hari H saya puasa. Sebelumnya juga sudah puasa Senin dan Kamis,” kata Efie.
Beban berat.. .
Efie merasa ada beban berat saat memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Sebab Ratu Kalinyamat adalah salah satu tokoh yang paling dianggap sakral di Jepara.
”Ada rasa bangga dan takjub. Karena tidak pernah membayangkan bisa memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Semoga saya bisa mengimplementasikan perjuangan beliau di kehidupan saya,” ungkap Efie.
Editor: Anggara Jiwandhana