Di Acara Tradisi Jembul Tulakan Jepara Ada Aksi Tawuran
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 20 April 2026 15:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara - Ribuan masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) merayakan sedekah bumi dengan tradisi Jembul Tulakan, Senin (20/4/2026). Ada tawuran massa di acara tradisi ini.
Tradisi Jembul Tulakan yang merupakan even tahunan itu memang sudah ditunggu-tunggu masyarakat dari berbagai kalangan. Mereka ingin menyaksikan arak-arakan Jembul Tulakan yang merupakan salah satu tradidi di Jepara ini.
Jembul adalah ancak atau gunungan yang terbuat dari iradan atau bambu yang disisir tipis. Bentuknya menyerupai rambut ikal atau jambul kepala. Setiap kelompok dari empat dusun membawa dua jembul dalam tradisi jembul tulakan ini.
Masing-masing adalah jembul lanang dan jembul wadon. Jembul diarak dari kejauhan menuju panggung di depan rumah kepala desa (kades) atau petinggi dalam tradisi Jembul Tulakan ini. Sambil diiringi tembang-tembang Jawa, jembul diarak. Sepanjang perjalanan, pengarak menari-nari.
Jembul ditandu, digoyang-goyangkan. Kadang kala diarahkan kepada penonton yang membuat mereka berlari kalang kabut. Dalam situasi itulah, seringkali terjadi gesekan antarpenonton dan pengarak jembul. Baku pukul pun tak terelakkan di Jembul Tulakan.
Setelah empat dusun menyerahkan jembul masing-masing di tradisi Jembul Tulakan, mereka tak langsung pulang. Mereka menunggu momen penjemputan jembul untuk dibawa pulang kembali.
Pada momen ini, mereka mengambil bambu-bambu yang tertancap di gunungan Jembul. Rupanya, itu dijadikan sebagai senjata untuk saling baku pukul.
Saat gunungan Jembul Tulakan hendak dipulangkan, massa dari seluruh dusun berkumpul. Mereka menanti momen saat gunungan mendekat. Ketika gunungan sudah berada di dekat, mereka merangsek dan langsung saling baku pukul terlibat tawuran massal.
Bukan Bagian Tradisi...
- 1
- 2



