Penyebab Kematian Pemuda Tubanan Jepara Mulai Terkuak
Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 3 Juni 2026 20:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Misteri kematian Axsyal Rendy Saputra (24), pemuda asal Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang telah mengendap selama enam bulan terakhir kini mulai menemui titik terang.
Rangkaian hasil penyidikan dan pemeriksaan berbasis ilmiah perlahan mulai diungkap ke publik.
Demi membongkar kasus ini secara transparan, Satreskrim Polres Jepara menggandeng lintas sektoral, mulai dari Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jateng, Tim Inafis Polda Jateng, hingga Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Jateng.
Seluruh tim ahli tersebut memaparkan hasil temuan otopsi dan investigasi mendalam kepada awak media di Mapolres Jepara pada Rabu (3/6/2026).
Dokter ahli forensic Bidlabfor Polda Jateng, dr Dian Novitasari memaparkan, didapatkan luka akibat kekerasan tajam berupa luka bacok pada leher, luka iris pada leher, dada dan anggota gerak atas kiri. Selain itu, didapatkan tanda mati lemas dan pendarahan hebat.
”Sebab kematian adalah luka bacok pada leher yang memutus pembuluh nadi leher kiri dan tenggorok, mengakibatkan pendarahan hebat,” ungkap Dian.
Dalam pemeriksaan uji skrining NAPZA, Dian memastikan Rendy negatif. Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan oleh Tim Inafis, terhadap satu pisau ujungnya tumpul sepanjang 30 sentimeter dan lebar 3 sentimerter, telah dilakukan pemeriksaan untuk mencari pola pokok lukisan sidik jari. Tetapi tidak ditemukan guratan garis papiler sidik jari sempurna.
Kemudian terhadap satu pisau lain yang ujungnya lancip sepanjang 25 sentimeter dan lebar 3 sentimeter, juga telah dilakukan pemeriksaan yang sama. Namun juga tidak ditemukan guratan garis papiler sidik jari sempurna.
Pemeriksaan DNA...



