Tahun Ajaran Baru Sekolah Rakyat Jepara Diprediksi Mundur Lagi
Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 24 Juli 2026 14:34:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara - Pelaksanaan tahun ajaran baru Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) diprediksi bakal mundur lagi. Pasalnya, sampai saat ini bangunan belum sepenuhnya siap.
Pada Jumat (24/7/2026), perwakilan Pemerintah Kabupaten Jepara (Pemkab Jepara) meninjau sekolah rakyat yang berada di kawasan Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji.
Didampingi utusan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan penggarap proyek, rombongan mengecek seluruh sisi kompleks bangunan Sekolah Rakyat Jepara yang berdiri di atas lahan sepuluh hektar tersebut.
Pantauan Murianews.com, belum ada satupun bangunan yang tuntas dikerjakan. Untuk ruang kelas dan laboratorium misalnya, memang sudah ada sebagian mebeler, namun terlihat belum siap ditempati.
Lalu gedung asrama Sekolah Rakyat Jepara, terlihat sudah ada tempat tidur, namun belum ada kasur. Barang-barang perlengkapan lainnya masih berserakan.
Di sisi lain, di setiap bangunan Sekolah Rakyat Jepara masih ada pekerja proyek yang terus menyelesaikan pekerjaannya. Ada yang masih menata kelistrikan, melakukan pengecatan, penataan dinding, hingga perataan tanah dengan alat berat.
Material-material bangunan masih berserakan di area Sekolah Rakyat Jepara. Tentunya masih sangat membahayakan bagi calon siswa.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jepara (Dinsospermades Jepara), Muh Ali menyebut, kontrak proyek ini memang diperpanjang. Dari yang semula ditargetkan rampung pada 20 Juli, diperpanjang hingga 23 Agustus 2026 mendatang.
Gentengisasi...
Alasannya, untuk sekolah rakyat wilayah Pantura, dijalankan program gentengisasi dari Presiden Prabowo Subianto. Sehingga proyek berubah sekaligus mengubah kerangka atap.
"Kontraknya diperpanjang hingga 23 Agustus 2026. Sehingga ini belum berakhir masa kontraknya," kata Muh Ali.
Namun di sisi lain, pemerintah ingin agar tahun ajaran baru yang ditandai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada Kamis (30/7/2026). Padahal, sebelumnya sudah direncanakan MPLS digelar pada 7 Juli 2026.
Untuk mengejar target itu, lanjut Muh Ali, pemerintah meminta kepada pelaksana proyek sekolah rakyat Jepara agar segera menyelesaikan bangunan-bangunan utama untuk proses belajar mengajar serta asrama.
Diantaranya ruang kelas, asrama siswa, gedung serbaguna dan masjid. Sehingga sekolah rakyat Jepara bisa benar-benar siap pada waktunya.
"Sejauh ini progresnnya sudah 98 persen. Tinggal untuk plafon dan pembersihan, tinggal finishing. Tanggal 28 Juli nanti kita cek lagi. Insyaallah sudah jadi," kata Muh Ali.
Nantinya, sekolah rakyat Jepara ini akan ditempati oleh siswa dari jenjang SD hingga SMA. Masing-masing angkatan ada 90 siswa dengan konsep asrama.
Editor: Budi Santoso



