IAIN Kudus Raih Penghargaan Responsif Gender Peringkat Madya 2024
Muhamad Fatkhul Huda
Senin, 21 Oktober 2024 18:53:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN Kudus) mendapatkan penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) peringkat madya 2024. Penghargaan itu diterima di Konferensi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) ke- tahun 2024.
Kepala PSGA IAIN Kudus, Efa Ida Amaliyah mengungkapkan, penghargaan ini menunjukkan IAIN Kudus sangat responsif terhadap isu gender. Ia mengatakan, penghargaan ini membuktikan bahwa seluruh agenda yang digelar oleh IAIN Kudus mengedepankan kesetaraan gender.
”Ini menjadi barometer bahwa berbagai program dan kegiatan di IAIN Kudus ramah gender dan mengedepankan kesetaraan,” katanya kepada Murianews.com, Senin (21/10/2024).
Ia menyebut, penghargaan ini menjadi yang kedua kalinya diterima oleh IAIN Kudus. Sebelumnya, IAIN Kudus mendapat penghargaan yang sama di tahun 2022 tapi dengan peringkat pratama.
Selanjutnya diharapkan IAIN Kudus bisa mendapat penghargaan peringkat utama pada tahun 2026 nanti. Hal itu diyakini bisa terwujud melihat kematangan yang sudah dimiliki IAIN Kudus dalam persoalan ini.
”Tentu cita-cita ini akan terwujud melaui kerja sama semua pihak, terutama dukungan penuh dari civitas akademika,” ungkap Efa.
Dijelaskannya, ada sembilan indikator yang dinilai oleh juri dalam penghargaan ini. Meliputi, kelembagaan, pendidikan, pengajaran, penelitian, dan publikasi responsif gender dan sosial inklusi.
Kemudian......
- 1
- 2



