Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Kronologi kasus pengeroyokan oleh oknum suporter Persijap di Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (1/12/2024) malam, akhirnya terkuak.

Pengeroyokan yang membuat warga Kudus terkapar hingga masuk rumah sakit itu ternyata berawal dari dugaan penyalaan flare ke arah rumah warga dan pelemparan batu.

Kapolres Kudus AKBP Ronni Bonic mengatakan, kejadian bermula saat rombongan suporter Persijap dari arah Kabupaten Pati melintas wilayah Kabupaten Kudus.

Saat berada di lokasi kejadian, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus rombongan suporter menyalakan flare.

”Mereka yang secara beriringan menaiki motor dan dikawal pihak kepolisian menyalakan flare dan kembang api yang diarahkan ke rumah warga,” ungkapnya saat konferensi pers, Jumat (6/12/2024).

Saat berada di lokasi, sekitar 500 meter ke selatan dari Lapangan Jambul Bol, rombongan berpapasan dengan korban, I (23). Korban saat itu mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya.

Sewaktu berpapasan itulah ada dugaan lemparan batu. Kejadian itu memicu terjadi pengeroyokan pada korban secara bersama-sama oleh beberapa oknum suporter Persijap.

”Korban dari rumah temannya berboncengan, saat di lokasi kejadian, korban berpapasan dengan pawai suporter itu. Akhirnya terjadi pengeroyokan itu,” ungkapnya.

Tersangka menyesal...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler