Kades Wonosoco Kudus Buka Suara Perihal Geger Bantuan Puso
Muhamad Fatkhul Huda
Kamis, 2 Januari 2025 20:39:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pihaknya akan mengundang kelompok tani dan seluruh petani di desa. Mereka akan diajak membicarakan solusi yang terbaik secepatnya.
”Saya inginnya yang mendapatkan bantuan ikut memberikan toleransi kepada yang tidak dapat bantuan. Sehingga bisa sama-sama merasakan. Begitu juga yang tidak mendapat harus bisa sadar,” ujarnya.
Ia menyatakan, area pertanian di Desa Wonosoco memang menjadi langganan gagal panen karena banjir bandang. Seusai banjir bandang biasanya akan ada air yang masih tersisa menggenang.
Pihaknya menyebut telah melakukan tindakan untuk meminimalisir hal itu terjadi. Seperti melakukan pengerukan sungai desa.
”Kemarin kita mengajukan ke BPBD Kudus untuk melakukan pengerukan sungai, saat ini jadi lebih mendingan, biasanya genangan itu terjadi dalam lima hari kini cuma dua hari,” tutupnya.
Editor: Supriyadi



