Warga Bersikukuh Tolak Buka Akses TPA Tanjungrejo Kudus
Muhamad Fatkhul Huda
Rabu, 22 Januari 2025 19:42:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Polemik penutupan akses ke Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Tanjungrejo, Kudus, semakin memanas. Warga setempat tetap bersikukuh menolak pembukaan akses TPA tersebut hingga tuntutan mereka terpenuhi.
Perwakilan dari warga, Fahmy Arsyad meminta kepastian mengenai pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Hal ini agar tidak menimbulkan bau menyengat.
Selain itu, warga juga merasakan dampak limbah lindi dari sampah di TPA yang merusak lahan dan mencemari sungai di sekitar kawasan tersebut.
”Kami tidak akan membuka akses TPA sampai ada solusi konkret dari pemerintah terkait pengelolaan sampah. Kami ingin lingkungan kami terbebas dari bau busuk dan pencemaran,” tegasnya kepada Murianews.com, Rabu (22/1/2025).
Menanggapi keluhan warga, Anggota Komisi C DPRD Kudus, Superiyanto mengaku telah menemui masyarakat untuk berdialog. Ia berupaya mencari solusi terbaik agar TPA Tanjungrejo dapat kembali beroperasi.
Menurutnya, penutupan TPA memperburuk kondisi penumpukan sampah di berbagai titik di Kudus. Ia memahami warga setempat memiliki hak untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat.
”Kami menawarkan solusi seperti membuat sumur resapan skala besar untuk menyaring limbah lindi, agar tidak lagi mencemari tanah dan sungai,” jelasnya.
Menurutnya, tuntutan warga tidak bisa dipenuhi secara cepat. Sebab untuk merealisasikannya membutuhkan anggaran besar, saat ini anggaran itu belum ada.
Tempat pengelolaan sampah...
- 1
- 2



