Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Komunitas Pegiat Konservasi Muria (Komunitas Peka Muria) menilai penanaman pohon yang telah dilakukan mereka tahun 2024 cukup berhasil. Paling tidak, sekitar 50 persen bibit pohon yang ditanam kini tumbuh subur.

Ketua Peka Muria, Teguh Tri Winarno mengatakan, pada tahun 2024 lalu pihaknya telah menanam 1.000 pohon di beberapa titik di Pegunungan Muria. Memasuki 2025 pihaknya akan kembali melakukan upaya yang sama di Pegununan Muria.

”Tahun ini akan kami lanjutkan lagi, targetnya 1.200 pohon terdiri dari 200 bambu petung dan 1.000 pohon ficus,” ungkapnya kepada Murianews.com, Selasa (4/2/2025).

Pada tahun 2025, Peka Muria rencananya akan menanam di tiga lokasi prioritas. Masing-masing adalah Puncak 29 (Puncak Songo Likur), Puncak Argo Piloso, dan Goa Jepang.

Ketiga lokasi itu dinilai merupakan lahan kritis yang harusnya dipulihkan kembali kondisinya. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan ekositem di kawasan tersebut.

”Bambu petung akan ditanam di sepanjang kedua sisi sungai untuk mencegah longsor sekaligus menjaga kualitas air di tanah,” sebutnya.

Teguh mengatakan, kegiatan konservasi ini akan dilakukan secara terus menerus setiap tahunnya. Ke depannya, pohon yang ditanam akan lebih banyak lagi.

Puncak 29...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler