Ngaji di Menara Kudus, Gus Baha Bahas Ini di Depan Jemaah
Muhamad Fatkhul Huda
Jumat, 2 Mei 2025 16:56:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus menggelar pengajian yang menghadirkan ulama kharismatik asal Rembang KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha pada Jumat (2/5/2025) di Masjid Al-Aqsha Menara Kudus.
Dalam tausiahnya, Gus Baha menyampaikan Islam adalah agama yang diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki harapan, bukan bagi mereka yang putus asa.
”Sebaik ini Allah. Islam adalah agama bagi orang yang punya harapan,” ujarnya saat memberikan ceramah, Jumat (2/5/2025).
Gus Baha menekankan manusia tidak bisa terhindarkan dari salah dan keliru setiap saat. Akan tetapi Allah justru selalu membuka pintu ampunan yang luas bagi hamba-Nya yang berbuat salah.

”Potensi salah itu tinggi, tapi Allah sudah siapkan pengampunan. Seakan-akan Allah menakdirkan kita untuk punya salah, tapi kasih sayang-Nya selalu lebih luas,” ungkapnya.
Menurut Gus Baha, umat Islam masa kini sering kali keliru dalam memahami agama dengan terlalu fokus pada ancaman dan sanksi.
Padahal, umat terdahulu mendapatkan sanksi langsung, sementara umat sekarang diajarkan untuk menjauhi sanksi lewat nasihat dan pengampunan.
”Janji Allah itu, setiap salah diampuni, rahmatnya juga besar bagi kita. Kalau kita goblok, tapi bisa tidak dapat uang Rp 1 M? Bisa kalau dikasih orang, anggap saja hubungan kita dengan Allah seperti itu, kita itu goblok tapi Allah selalu memberi, itu bentuk kasih sayang Allah. Saya boleh tidak pantas mendapatkan rahmat, tapi rahmat Allah layak sampai kepada saya,” tambahnya.
Serat Makna...
- 1
- 2



