Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Stasiun Kereta Api Kudus, yang mulanya berlokasi di dekat Pasar Kliwon, secara resmi dipindahkan ke daerah Wergu pada tahun 1919.  

Perpindahan ini dipicu oleh lonjakan jumlah penumpang yang signifikan, sehingga membuat Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) mengambil keputusan strategis tersebut.

Story Teller dari komunitas Lelana, Hidayat mengatakan, meskipun bangunan Stasiun Kudus selesai pada 1919, perpindahan operasional besar-besaran baru benar-benar terjadi pada tahun 1921.

Surat kabar pada masa itu mencatat, Stasiun Kudus memiliki ukuran empat kali lebih besar dibanding stasiun lama di Pasar Kliwon.

”Dalam Spoorwegstations op Java, stasiun ini disebut sebagai stasiun pulau yang diapit dua jalur, satu menuju Jepara, satunya lagi ke Pati dan Semarang,” jelas Hidayat pada Minggu (22/6/2025).

Stasiun Kudus juga dilengkapi dengan fasilitas modern pada zamannya, termasuk depo lokomotif, gudang barang, toren air, dan rumah dinas.

SJS turut memperbarui jalur kereta api menuju Semarang dan Pati seiring dengan perpindahan ini.

Sayangnya, perubahan besar ini harus berhadapan dengan gejolak ekonomi global akibat Perang Dunia I.

Pemangkasan jadwal...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler