Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kolonel Gatot Subroto sempat berkunjung ke Pabrik Delima dalam rangka konsolidasi pasca pemberontakan PKI pada tahun 1948. Dalam kunjungan itu, Ashadie menghadiahkan seekor kambing betina.
Setahun selepasnya, pabrik mulai memproduksi sigaret kretek. Beberapa tahun kemudian, Haji Mas Ashadie meninggal pada 1952 dalam usia 58 tahun.
Pabrik dilanjutkan putranya, Kamal Ashadie. Namun perlahan, produksi menurun dan pabrik resmi berhenti beroperasi pada 1 Mei 1990.
Delapan tahun kemudian, CV Pabrik Rokok Delima dibubarkan. Keluarga sepakat tak melanjutkan bisnis, menandai akhir satu bab penting sejarah kretek Kudus milik Ashadie.
Kini, bangunan dan kisahnya menjadi bagian dari napak tilas sejarah yang dihidupkan kembali lewat inisiatif pegiat seperti Yusak.
”Jejaknya masih ada, bukan hanya bangunan, tapi juga nilai-nilai hidup yang disampaikan, sing do rukun, do ndedonga (Yang saling rukun dan mendoakan),” pungkasnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



