Normalisasi Sungai Wulan Terhalang Ratusan Makam, Ini Penampakannya
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 30 September 2025 06:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Proyek nasional normalisasi Sungai Wulan, yang melintasi Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami sedikit kendala. Proyek tersebut terhalang keberadaan pemakaman umum milik warga Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu.
Di Desa Setrokalangan, khususnya Dukuh Karangturi, pemakaman warga memang berada persis di pinggir tanggul.
Kaur Kesra Desa Setrokalangan Sentiko menjelaskan, saat sosialisasi awal, ada kesepakatan jika proyek tidak akan membongkar punden atau makam di kawasan tanggul, membuat warga sempat lega.
Namun seiring berjalannya proyek, pengerukan tanah dan penguatan tanggul ternyata mengenai area pemakaman, sehingga membahayakan makam tersebut.
”Kami akhirnya mengelar musyawarah untuk memindahkan area pemakaman ke pinggir desa agar lebih aman dan juga proyek nasional tersebut bisa berjalan dengan baik,” ujar Sentiko, Senin (29/9/2025).
Warga yang memiliki kerabat di makam tersebut, kata dia, juga menyepakati pemindahan. Sentiko menambahkan biaya untuk proses upokoro (perawatan jenazah) mulai dari membongkar, mengganti kain kafan, hingga menguburkan kembali, disepakati sebesar Rp 300.000 per satu kerangka.
Proses pemindahan...
- 1
- 2



