Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Program revitalisasi pasar di Kabupaten Kudus pada 2026 mengalami penurunan drastis. Hasilnya, hanya Pasar Kliwon Kudus yang akan diperbaiki tahun ini.

Pemkab Kudus sebelumnya mampu memperbaiki lima hingga enam pasar dengan anggaran hingga Rp 2,3 miliar, tahun ini Pemkab Kudus hanya mengalokasikan Rp 225 juta untuk satu pasar saja.

Pemangkasan anggaran tersebut tidak lepas dari kebijakan efisiensi serta anjloknya dana transfer ke daerah (TKD). Penurunan itu memaksa pemerintah daerah memangkas sejumlah program, termasuk perbaikan pasar rakyat.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono mengakui keterbatasan itu membuat revitalisasi pasar tak bisa dilakukan secara menyeluruh.

Padahal, sejumlah pasar di Kudus berada dalam kondisi rusak dan membutuhkan penanganan segera, terutama pada bagian atap.

”Beberapa pasar yang disebut memerlukan perbaikan mendesak antara lain Pasar Wage Undaan Kidul, Pasar Ngablak Tanjungrejo, Pasar Kalirejo, dan Pasar Mijen. Namun, seluruh kebutuhan tersebut terpaksa ditunda karena anggaran tidak mencukupi,” ungkapnya.

Cuma Pasar Kliwon..

Pasar Kliwon akhirnya ditetapkan sebagai satu-satunya lokasi revitalisasi tahun ini karena dinilai paling mendesak dan telah masuk dalam usulan sebelumnya. Penetapan skala prioritas menjadi satu-satunya opsi di tengah keterbatasan anggaran.

Saat ini, revitalisasi Pasar Kliwon masih berada pada tahap perencanaan. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan mulai akhir April atau awal Mei 2026 dengan menggunakan anggaran APBD sebesar Rp 225 juta.

”Anggaran tersebut akan difokuskan pada perbaikan fasilitas dasar pasar, meliputi perbaikan empat hingga lima pintu, atap bangunan, serta beton area parkir Blok D,” terangnya.

Namun dengan besaran anggaran yang jauh lebih kecil dibanding tahun sebelumnya, revitalisasi pasar di Kudus tahun ini dinilai belum mampu menjawab seluruh kebutuhan perbaikan pasar rakyat.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler