Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pihak korban, PKL Kudus diduga diperas oknum ormas, berharap kasus yang menimpanya segera diselesaikan. Mereka juga berharap tak mendapatkan gangguan dari pihak lain.

Terlebih, sang ibu korban tampak ketakutan mengetahui insiden tersebut. Bahkan, mereka selalu waswas ketika ada orang yang datang,

Kakak Korban, Dita Yanuari mengungkapkan, saat video yang dipersoalkan viral di media sosial, rumahnya didatangi empat orang, Kamis (9/4/2026).

Saat itu, mereka menyampaikan maksudnya untuk menyelesaikan persoalan video viral yang menyangkut adiknya, Anand.

Ia menjelaskan, kala itu, adiknya diminta untuk membuat video klarifikasi atas penarikan uang saat berjualan di Jalan Sunan Muria. Dita menyebut, saat itu sudah tercapai kesepakatan damai dengan membuat video klarifikasi.

”Dari ormas itu, ada empat orang yang datang. Waktu itu sudah tercapai kesepakatan damai dengan video klarifikasi,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Setelah pembuatan video klarifikasi selesai, dua orang di antaranya pulang lebih dulu. Namun, dua lainnya masih bertahan di rumahnya untuk sementara waktu.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler