Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Untuk pertama kalinya, budidaya udang galah dikembangkan di wilayah Pegunungan Muria, tepatnya di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Budidaya itu dilakukan Ngramen Farm Kudus yang dimotori Rio Krisdian. Pria asal Desa Colo yang cukup lama tinggal di Bandung itu mencoba inovasinya ke tanah Muria.

Rio mengatakan, sebelumnya mendapatkan inovasi pengembangan udang galah di Jawa Barat. Setelah sekian lama bergelut dengan hal tersebut, kini ia mencoba mengembangkannya di wilayah Kudus.

”Di sini kami mulai budidaya Desember 2024. Kami membawa 150-200 indukan dari Bandung, Jawa Barat. Sekarang sudah ada 18 kolam, setiap kolamnya ada 2.000 udang,” ujar Founder Ngramen Farm, Rio Krisdian, Senin (8/6/2026).

Saat ini, fokus pengembangan masih pada produksi induk untuk budidaya udang galah tersebut. Sebab, jumlahnya masih terbatas.

Meski demikian, ia sudah mencanangkan hasil budidaya udang galah tersebut mencapai ratusan ribu ekor, hingga dapat diperjual belikan.

Targetkan Ekspor... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler