Lomba Keluarga ASIK, Kolaborasi BLDF-Pemkab Kelola Sampah di Kudus
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 9 Juni 2026 17:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pelaksanaan Lomba Keluarga ASIK (Apik dan Resik) di Kabupaten Kudus 2026 telah final. Lomba ini bukan hanya soal menang dan kalah, tapi sebagai sarana edukasi dalam memperbaiki lingkungan dari tingkat keluarga.
Kegiatan yang digelar sejak Desember 2025 melalui aksi kolaborasi antara Pemkab Kudus dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) diinisiasi oleh oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).
Melalui gerakan Kudus ASIK, sejumlah program edukatif terkait pengelolaan sampah berkelanjutan digalakkan. Sebanyak 150 kader PKK mengikuti sosialisasi untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah.
BLDF juga memfasilitasi empat kelas pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kader PKK dalam mengelola sampah pada Januari 2026.
Sementara mengenai Lomba Keluarga ASIK, terpilih 16 pemenang yang telah berpartisipasi dalam sosialisasi maupun menerapkan langkah sederhana pemilahan sampah guna mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
Penilaian dilakukan intensif pada 27-30 April 2026. Nominasi ini terdiri atas 8 kelompok kategori Rintisan Baru dan 8 kelompok kategori Eksisting dan berhak maju ke tahapan verifikasi lapangan (field verification).
Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara menyatakan, keluarga merupakan fondasi utama dari pembentukan karakter generasi mendatang. Kesuksesan atas perubahan perilaku bermula dari keluarga dan peran seorang ibu.
”Tentu saja ini yang menjadi semangat kami untuk terus berupaya menghadirkan inisiasi positif dan edukatif sehingga menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan. Lebih dari 56 konten yang berasal dari seluruh elemen masyarakat dari tingkat kelurahan hingga keluarga yang berpartisipasi menandakan antusiasme sangat tinggi,” jelasnya.
Harapan...
Baca Juga



