Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Blora – Namanya adalah Galih Ardinansyah, seorang Aparatur Sipail Negara (ASN) di Pemkab Blora yang menekuni hobi membuat miniatur bus sejak 2004 silam.

Hobinya ini terinspirasi dari pengalamannya ketika menjadi kernet armada bus, atau jauh sebelum menjadi ASN Blora di Dinas Kepemudaan Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

”Jadi dulu, sebelum jadi ASN saya pernah jadi kernet armada bus, itu pengalaman yang tidak pernah saya lupakan, kemudian muncul ide, kepingin mencoba membuat miniatur bus, akhirnya bisa dan jadi, bahkan ketika saya posting di media sosial, ada yang nawar dan pesan,” jelas Galih, di rumahnya belakang Stadium Seni Budaya Tirtonadi Blora, Sabtu (29/3/2025).

Ia menjelaskan, dirinya tidak menargetkan produksi miniatur bus yang harus dibuat. Ketika ada pesanan, barulah ia mengeluarkan keahliannya. Hal itu dikarenakan, tugas dan tanggung jawab sebagai ASN Pemkab Blora harus diutamakan.

”Saya mengerjakannya kalau hari libur, jadi saya tidak menarget, maka tahun 2024 lalu saya hanya mampu membuat empat unit minatur bus, itu saya kerjakan tanpa mengganggu tugas utama saya, kalau banyak tugas di dinas, ya saya pending dulu pembuatannya,” kata Galih.

Satu unit miniatur bus ia dibanderol dengan harga antara Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta. Tergantung tingkat kerumitan dan bahan yang diperlukan.

Menakjubkannya, ternyata miniatur bus buatan Galih, mirip dengan aslinya. ”Hanya saja miniatur bus yang saya buat itu, mungkin masuk kategori era lama atau jadul. Kalau untuk bahan utama yakni PVS, akrilik dan spon ati,” jelasnya.

Ia mengaku, saat ini mendapat pesanan dari penghobi miniatur bus dari dalam dan luar kabupaten Blora, seperti Tuban, Jawa Timur.

Terbentur waktu... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler