Sekolah Perempuan Zaman Penjajahan di Blora Ikut Rayakan Hari Kartini
Nathan
Senin, 21 April 2025 16:33:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Yani, dalam perkembangannya, pada 1983 berubah jadi sekolah negeri. Guru-guru dan siswa pun mengalami perubahan.
”Akhirnya siswa dan gurunya ada laki-laki dan perempuan,” imbuhnya.
Dari latar belakang sejarah kuat itu, perayaan hari Kartini selalu dirayakan. Untuk tahun ini dilakukan dengan pawai dan beragam kegiatan lainnya.
Menurutnya kegiatan itu sekaligus jadi bentuk eksistensi untuk mengabarkan ke masyarakat bahwa ada tokoh perempuan bernama Kartini yang telah berjuang semasa zaman penjajahan. Khususnya, dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.
”Selain pawai, kami ada fashion show. Lomba-lomba dan kegiatan pendidikan lain,” tambahnya.
Menurutnya, beragam kegiatan itu sebagai bentuk penanaman kepada siswa atas nilai-nilai perjuangan emansipasi perempuan yang telah dilakukan Kartini.
Editor: Dani Agus



