Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Blora – Wakil Bupati Blora Hj Sri Setyorini, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Blora, menegaskan komitmen Pemkab untuk menjamin keamanan pangan dalam program tersebut.

Wabup mewajibkan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Blora untuk segera memenuhi standar higienis dan sanitasi.

Pernyataan tegas ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) MBG di Pendopo Kabupaten Blora, Senin (13/10/2025). Rakor dihadiri oleh Forkopimda, Korwil SPPG, Kepala Dinas terkait, Forkopimcam se-Blora, hingga para ahli gizi.

Wabup Setyorini memberi batas waktu hingga 1 November bagi seluruh dapur MBG di Blora untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

”Kami minta kepada ahli gizi untuk memeperhatikan menu yang disajikan, menyampaikan kepada kepala SPPG nya untuk memenuhi persyaraatan SLHS dan untuk tester harus punya, seperti arahan BGN, dan itu saya batasi sampai tanggal 1 November. Kalau tidak, saya akan tutup sementara (SPPG-nya) dan saya akan laporkan ke BGN,” terang Wabup.

Rakor ini digelar menyusul banyaknya aduan yang masuk ke Satgas terkait kualitas makanan. Wabup meminta agar seluruh pihak menyatukan visi dan persepsi mengenai standar makanan bergizi yang aman untuk anak sekolah.

Secara spontan, sejumlah ahli gizi diminta menjelaskan proses kerja mereka, mulai dari perencanaan hingga quality control.

Nur Intan, Ahli Gizi SPPG Karangjati 1, menjelaskan ahli gizi berperan vital mulai dari perencanaan menu, penyusunan standar porsi, penyortiran bahan baku di awal, hingga melakukan QC atau uji organoleptic (tester) pada proses pemasakan.

Fokus sanitasi...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News