Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, menyatakan operasional SPPG Polres Blora 2 merupakan wujud kolaborasi erat antara kepolisian dengan mitra dalam tekad menyediakan asupan bergizi bagi generasi penerus bangsa. Salah satu keunggulan yang ditonjolkan dalam fasilitas ini adalah penerapan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang modern.
"Kami laporkan bahwa SPPG Polres Blora memiliki unggulan IPAL dalam pengelolaannya. Hal ini memastikan limbah operasional sangat kecil potensi pencemarannya terhadap lingkungan sekitar," ujar AKBP Wawan Andi Susanto dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan saat ini SPPG Polres Blora 2 sedang dalam tahap orientasi dengan melayani 1.300 penerima manfaat. Targetnya, pada minggu depan kapasitas akan ditingkatkan menjadi 2.600 penerima manfaat. Ia juga mengakui tingginya antusiasme pihak sekolah yang ingin bergabung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.
"Banyak kepala sekolah yang menghubungi kami agar sekolahnya bisa mendapatkan MBG dari SPPG Polres Blora. Namun, penentuan jumlah kuota bukan wewenang kami. Hal ini membuktikan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.
Murianews, Blora – Bupati Blora H Arief Rohman meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Blora 2 yang berlokasi di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Blora, Senin (26/1/2026). Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Blora, disaksikan jajaran Forkopimda dan tamu undangan.
Dalam peninjauan dapur, Bupati Blora H Arief Rohman menyampaikan, SPPG Polres Blora 2 telah memenuhi standarisasi dapur MBG, terutama pada aspek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menurutnya, IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan, keamanan pangan, serta sanitasi lingkungan dapur.
Bupati Blora berharap, di bawah pengawasan Ketua Satgas MBG, SPPG Polres Blora dapat dijadikan dapur percontohan. Mulai dari proses awal pengolahan bahan makanan, penyajian, hingga sanitasi yang berkelanjutan.
“Mulai dari pengolahan bahan, proses memasak, sampai sanitasinya sudah sesuai standar. Ini penting agar kualitas makanan bergizi benar-benar terjaga,” ujar H Arief Rohman, saat meninjau dapur SPPG Polres Blora 2.
Selain aspek teknis, Bupati Blora juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Blora atas penyerapan tenaga kerja lokal. Sebanyak 45 tenaga kerja yang dilibatkan dalam operasional SPPG Polres Blora 2 seluruhnya berasal dari warga sekitar lokasi dapur.
Di sisi lain, Bupati Blora H Arief Rohman memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Polres Blora. Menurutnya, keberadaan dapur SPPG di wilayah Kecamatan Jepon sangat strategis untuk memastikan distribusi makanan bergizi berlangsung cepat, merata, dan tepat sasaran.
"Kami sangat berterima kasih karena selama ini tidak pernah ada komplain dari masyarakat. Justru warga senang karena menu makanannya enak dan porsinya selalu penuh. Saya juga menyarankan dapur SPPG lainnya agar meniru Polres Blora yang menggunakan IPAL untuk menjaga kehigienisan dan keramahan lingkungan," tutur Bupati Blora Arief Rohman.
IPAL Modern...
Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto, menyatakan operasional SPPG Polres Blora 2 merupakan wujud kolaborasi erat antara kepolisian dengan mitra dalam tekad menyediakan asupan bergizi bagi generasi penerus bangsa. Salah satu keunggulan yang ditonjolkan dalam fasilitas ini adalah penerapan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang modern.
"Kami laporkan bahwa SPPG Polres Blora memiliki unggulan IPAL dalam pengelolaannya. Hal ini memastikan limbah operasional sangat kecil potensi pencemarannya terhadap lingkungan sekitar," ujar AKBP Wawan Andi Susanto dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan saat ini SPPG Polres Blora 2 sedang dalam tahap orientasi dengan melayani 1.300 penerima manfaat. Targetnya, pada minggu depan kapasitas akan ditingkatkan menjadi 2.600 penerima manfaat. Ia juga mengakui tingginya antusiasme pihak sekolah yang ingin bergabung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini.
"Banyak kepala sekolah yang menghubungi kami agar sekolahnya bisa mendapatkan MBG dari SPPG Polres Blora. Namun, penentuan jumlah kuota bukan wewenang kami. Hal ini membuktikan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.
Editor: Budi Santoso