Tempuran Waduk Fest Resmi Dibuka, Blora Bidik Wisata Go Internasional
Nathan
Minggu, 26 Juli 2026 10:53:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora - Yayasan Peduli Seni Indonesia kembali menggelar Tempuran Waduk Fest Tahun 2026 di Desa Tempuran, Kecamatan Blora, sabtu (25/7/2026).
Direktur Yayasan Peduli Seni Indonesia, Deby Subiyanti mengatakan even ini merupakan kali kedua sejak tahun2025 lalalu. Rencananya, even akan digelar selama dua hari, yakni pada 25-26 Juli 2026. Ia pun
”Tahun ini untuk kedua kalinya even ini digelar. Syukur Alhamdulillah banyak yang mengapresiasi dan bisa hadir. Hal ini menjadi semangat kami untuk menggelar waduk fest ketiga kalinya tahun depannya,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Keman, Kapala Desa Tempuran. Ia mengatakan, pihaknyai sangat senang dengan adanya kegiatan waduk fest ini. Terlebih dengan Waduk Fest Tahun 2026 didukung oleh Deby Susanti yang merupakan diaspora dari Belanda.
”Saya harap Blora bisa di kenal di internasional lewat Waduk Fest Tahun 2026 ini, karena mbak Deby ini sangat semangat untuk membawa blora go internasional,” pungkasnya.
Semantara itu, Bupati Blora Arief Rohman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Peduli Seni Indonesia yeng telah bekerja keras menyelenggarakan Tempuran Waduk Fest Tahun 2026.
”Apresiasi juga saya sampaikan karena kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional dan melibatkan anak-anak yang kelak akan mewarisi waduk dan festival ini,” ucapnya.
Potensi Desa...
Mas Arief sapaan akrabnya, menjelaskan potensi Desa Tempuran sesungguhnya memiliki peluang untuk dikenal lebih luas, bahkan hingga ke mancanegara.
”Kita tahu bahwa banyak warga asli Blora yang kini menetap di berbagai negara, termasuk Mbak Deby yang tinggal di Belanda dan tetap merasa terhubung dengan Blora sehingga menginisiasi acara ini. Matur nuwun, Mbak Deby,” imbuh Bupati.
Keberadaan diaspora Blora di berbagai negara merupakan peluang untuk memperkenalkan Kabupaten Blora kepada dunia. Berbagai potensi wisata, budaya, produk UMKM, hingga ekonomi kreatif seperti festival nguleg sambel ini dapat dipromosikan sehingga semakin banyak wisatawan maupun investor yang mengenal dan tertarik datang ke Kabupaten Blora.
”Hal ini tentunya sejalan dengan program Dolan Blora yaitu ekosistem pariwisata yang terus kita genjot untuk menggerakkan perekonomian masyarakat,” tambahnya.



