Sungai Lusi di Grobogan Tercemar, Air Berwarna Kecokelatan
Saiful Anwar
Kamis, 16 November 2023 14:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Sungai Lusi yang membentang di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tercemar sejak beberapa pekan terakhir. Air yang biasanya bening menjadi tampak berwarna kecokelatan.
Panjang pencemaran Sungai Lusi tersebut diperkirakan mencapai hingga lebih dari 5 kilometer. Belum diketahui penyebab pencemaran tersebut.
Sungai Lusi yang tercemar tampak dari jembatan yang menghubungkan Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Grobogan. Sungai yang debitnya mulai naik usai kekeringan panjang itu tampak tidak bening lagi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Mokamad mengatakan, pihaknya akan segera mengecek ke lapangan terkait pencemaran Sungai Lusi. Nantinya, akan ada laporan berdasarkan data lapangan.
”Cek lapangan. Nanti laporan berdasarkan data,” katanya, Kamis (16/11/2023).
Mokamad menambahkan, tercemarnya Sungai Lusi karena hujan yang baru pertama kali setelah kemarau panjang. Selain itu, karena air datang dari berbagai arah.
”Secara umum memang begitu, karena hujan baru pertama kali. (Ada) turbulensi dan endapan dalam sungai, dan tentu air ini datang dari mana-mana,” imbuhnya.
Seorang warga Grobogan, Adi mengaku terkejut dengan air Sungai Lusi yang kini tampak tercemar. Dia pun berharap agar dinas terkait segera bertindak mengingat saat musim hujan tiba, Sungai Lusi sering meluap.
”Saya setiap hari melintas, tapi baru tahu ini. Harapan saya dinas terkait segera bertindak, karena biasanya kalau musim hujan meluap dan bikin banjir,” katanya.
Editor: Ali Muntoha



