Situs Kali Brug di Wirosari Grobogan Jadi Sasaran Vandalisme
Saiful Anwar
Kamis, 16 November 2023 14:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Situs bersejarah Kali Brug di Kelurahan Wirosari, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menjadi sasaran aksi vandalisme.
Berbagai coretan menghiasi situs yang beberapa tahun belakangan ini populer tersebut.
Kapolsek Wirosari AKP Muri mengaku belum ada laporan dari masyarakat terkait coret-coret tembok tersebut di situs tersebut. meski demikian, pihaknya akan melakukan pembersihan coretan-coretan itu.
”Kami akan cek ke lokasi. Coretan-coretan yang sudah ada akan kami bersihkan dengan kerja bakti bersama-sama,” katanya, Kamis (16/11/2023).
Untuk mengantisipasi aksi lebih parah, pihaknya mengajak peran serta masyarakat untuk saling menjaga dengan patroli bersama pada jam-jam rawan. AKP Muri melanjutkan, pelaku vandalisme dapat dijerat sanksi pidana hukuman penjara 15 tahun.
”Pelaku vakdalisme bisa diancam pidana sebagaimana diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya,” ujarnya.
Kapolsek pun menyesalkan tangan-tangan jahil yang tidak menghormati situs sejarah yang ditinggalkan Belanda itu. Tindakan vandalisme dapat mengurangi keaslian dari situs sejarah.
Pihaknya meminta masyarakat agar memberi perhatian pada jembatan Kali Brug dan turut serta melestarikannya. Jembatan yang dibangun pada 1901 itu kini populer dan hampir tiap hari dikunjungi masyarakat untuk berswafoto.
Terpisah, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan Endang Darwati juga menyayangkan aksi vandalisme tersebut. Menurutnya, masyarakat setempat harus merawat dan mengoptimalkan pemanfaatan Kali Burg.
”Sangat menyayangkan sikap tersebut karena tidak mencerminkan budaya orang timur. Ada cagar budaya yang seharusnya dirawat, dikelola, dikembangkan serta dioptimalkan pemanfaatannya malah dinodai,” kata dia.
Editor: Ali Muntoha



