Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Plt Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mewanti-wanti warga Grobogan untuk selalu waspadai akan potensi bencana.

Apalagi, pada awal tahun 2024 terjadi bencana banjir yang bahkan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

’’Masyarakat diminta waspada dan berhati-hati, khususnya di saat bepergian. Baik lewat darat, laut, maupun udara,’’ katanya, Jumat (27/12/2024).

Endang menambahkan, masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS), saat hujan deras sebaiknya sudah menyiapkan antisipasi. Yakni, untuk evakuasi jika terjadi bencana.

Selain itu, Endang juga mewanti-wanti masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan, khususnya di aliran sungai.

Masyarakat juga diminta agar menginformasikan sekecil apa pun bencana di sekitarnya.

’’Masyarakat selalu update terkait kondisi cuaca dari BMKG. Memberikan info sekecil apa pun di daerahnya apabila terjadi bencana kepada tm siaga bencana lewat (aplikasi) Sigana,’’ imbuhnya.

Dalam Apel Siaga Bencana beberapa waktu lalu, Endang juga menerangkan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada musim hujan kali ini berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.

Warga Diminta Selalu Siap Siaga...

’’Musim ini musim hujan yang nantinya berdampak bencana hidrometeorologi. Seperti bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang,’’ katanya.

Karena bencana tidak bisa diprediksi, dia berharap masyarakat selalu siap siaga dalam kondisi apa pun. Sehingga, dampaknya dapat diminimalisir.

Sebagaimana diketahui, banjir besar melanda Grobogan pada Februari dan Maret 2024 lalu. Banjir itu disebut-sebut menjadi banjir terbesar dalam 30 tahun terakhir di Grobogan.

Ribuan rumah dan ratusan hektar sawah tergenang dalam banjir tersebut. nyaris seluruh kecamatan tergenang, termasuk perkotaan Purwodadi.

Pendapa Kabupaten juga ikut terendam dalam musibah itu. Banjir pun membuat ekonomi lumpuh karena pasar juga tak beroperasi.

Tak hanya itu, banjir juga turut menelan korban jiwa. Tercatat lima orang menjadi korban meninggal akibat banjir Grobogan di awal tahun itu.

Rinciannya, Tiga bocah di Kecamatan Penawangan meninggal setelah bermain air di sawah pada momentum banjir Februari 2024. Sementara, dua santriwati Purwodadi juga meninggal terseret arus banjir pada Maret 2024.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler