Ditempati, Pasar Darurat Gubug Grobogan Siap Tampung 841 Pedagang
Saiful Anwar
Kamis, 9 Januari 2025 20:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Danis menjelaskan, tidak semua pedagang bisa difasilitasi di pasar darurat itu. Berdasarkan kesepakatan dengan paguyuban pedagang, sebagian diizinkan untuk berjualan di sisi-sisi Pasar Gubug yang masih layak.
”Sisi depan Pasar Gubug yang terbakar masih bisa buka (bisa dipergunakan berjualan-red) itu. Kemudian sisi belakang pasar yang tempat los basah itu juga masih bisa dimanfaatkan,” katanya.
Seperti diketahui, Pemkab Grobogan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar untuk membangun pasar darurat Gubug. Anggaran itu diambilkan melalui Dana Tidak Terduga (DTT).
Adapun lapak di Pasar darurat itu terdiri dari blok A, B, C, D dan E. Namun, pasar darurat tersebut hanya bersifat sementara sehingga tidak diberikan pembatas hanya berupa los.
Diketahui, konstruksi bangunan lapak pasar darurat dibangun menggunakan baja ringan dengan atap galvalum. Kemudian, alasnya menggunakan hebel. Sementara jalan di sisi lapangan sebagian dipasangi paving.
Disebutkan pula, bangunan pasar darurat itu menggunakan material yang tahan lama, bahkan diklaim dapat bertahan hingga lima tahun lebih. Sementara itu, fasilitas MCK dan tempat parkir telah disepakati akan difasilitasi warga setempat.
Editor: Supriyadi



