Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, GroboganKasus HIV/AIDS di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah telah menembus lebih dari dua ribu kasus per Oktober 2025.

Menurut data Dinkes Grobogan, Kecamatan Purwodadi mencatat jumlah tertinggi dengan 251 kasus. Kemudian diikuti Kecamatan Toroh dengan 189 kasus, dan Wirosari 165 kasus.

Upaya pencegahan penularan terus digencarkan, pemerintah setempat. Salah satunya dilakukan di Kecamatan Gubug.

Kendati berada di peringkat ke-13 dengan 65 penderita, namun kecamatan ini merupakan wilayah strategis. Sebab, menjadi titik pertemuan antara Semarang, Purwodadi, dan Salatiga.

Itu diungkapkan Camat Gubug, Bambang Supriyadi dalam Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Pendapa Kecamatan Gubug, Jumat (5/12/2025).

”Gubug ini miniatur Grobogan. Dinamika sosialnya tinggi, sehingga risiko penularan juga tinggi. Pemangku desa harus paham langkah pencegahan agar kasus tidak berkembang,” ujarnya.

Sosialisasi yang digelar Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kecamatan Gubug itu diikuti puluhan kepala desa, perangkat desa, dan kader PKK dari 21 desa.

Kegiatan dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember itu menekankan pentingnya edukasi. Dengan demikian, laju penularan dapat ditekan sampai tingkat desa.

Tes Gratis... 

Selain memberikan materi sosialisasi, BKAD juga menyediakan layanan cek kesehatan dan tes HIV/AIDS gratis secara sukarela.

Salah satu peserta sosialisasi, Nur Aini Mahmuda, mengaku antusias dengan layanan itu. Sehingga dapat memitigasi sejak dini jika memang hasilnya positif.

”Saya sangat antusias. Alhamdulillah hasilnya negatif dan saya lega,” ungkapnya.

Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo mengapresiasi agenda yang digelar BKAD itu. Ia menyebutnya sebagai praktik baik yang bisa ditiru kecamatan lain.

”Edukasi seperti ini harus terus digencarkan. Desa punya peran penting untuk memutus mata rantai penularan. Jika semua bergerak, kita bisa mewujudkan Grobogan bebas HIV/AIDS,” tegasnya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler