Sampah MBG Menggunung, DLH Grobogan Hanya Mampu Angkut Sepertiganya
Saiful Anwar
Jumat, 15 Mei 2026 10:51:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah hanya mampu mengangkut sampah 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergisi Gratis (MBG).
Padahal, jumlah SPPG yang beroperasi di Grobogan ada sekitar 150-an unit. Artinya, hanya sepertiga sampah dari total dapur MBG yang terangkut.
Kepala DLH Grobogan Heru Dwi Cahyono mengatakan, dari total 49 dapur MBG itu, sebanyak 37 SPPG berada di wilayah tengah dan 12 SPPG berada di wilayah timur Grobogan.
Dari jumlah itu, DLH mencatat sampah yang terangkut setiap harinya cukup besar, yakni sekitar 7,2 ton per hari. Ia pun meminta pengelolaan sampah SPPG tidak bisa dianggap persoalan sepele.
Sebab, jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.
”Sampahnya sampai 7,2 ton. Harus dikelola, kalau tidak dikelola langsung berdampak ke warga sekitar, mulai dari bau menyengat, munculnya lalat, dan pencemaran lingkungan,” ujar dia, Jumat (15/5/2026).
Layanan DLH...



