Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

 

 

 

Murianews, Grobogan – Sosok Ki Ageng Jalalain, tokoh penyebar agama Islam di Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menurut pandangan keluarga besar berbeda dibanding kisah yang selama ini beredar di sosial media.

Menurut keluarga besarnya, Ki Ageng Jalalain merupakan salah satu keturunan Pangeran Tembayat Klaten. Ki Ageng Jalalain disebut hidup di tahun 1800-an.

Hal itu diungkapkan Fathoni Ubaidillah, salah satu Trah Keluarga Besar Ki Ageng Jalalain atau Trah Kebalen kepada Murianews.com, Kamis (14/5/2026).

Fathoni berujar, Ki Ageng Jalalain merupakan nama julukan, sedangkan keluarga mengenalnya sebagai Mbah Surgi. Ki Ageng Jalalin disebut merupakan keturunan Pangeran Tembayat Klaten.

Kepada Murianews.com, ia juga menunjukkan buku berjudul ”Buku Silsilah Trah Kyai Ageng Jelalen Trah Kebalen, Purwodadi, Grobogan, Jateng”. Dengan tegas, Fathoni juga menyatakan tidak mengakui adanya juru kunci di makam Ki Ageng Jalalain.

Kendati, memang di makam di Dusun Kedaton itu terdapat Ki Ageng Jalalain I dan Ki Ageng Jalalain II beserta istrinya.

Dijelaskannya, Mbah Surgi hidup di sekitar tahun 1800-an, bukan di sekitar tahun 1650-an sebagaimana klaim sumber lainnya. Ia juga menyatakan Mbah Surgi merupakan salah satu menantu Adipati (sebutan untuk bupati) wilayah Grobogan kala itu.

”Beliau itu keturunan Pangeran Tembayat Klaten, ke atasnya sampai Raden Sahid, Prabu Wilotikto itu. Terus beliau menjadi anak menantu Kanjeng Ratu Tumenggung (KRT) Kartoyudo.

Ki Ageng Jalalain... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler