Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Grobogan Agro Expo (GAE) VIII Tahun 2026 resmi dimulai per Rabu (3/6/2026) pagi di kompleks kantor Dinas Pertanian setempat. Agenda dua tahunan itu akan berlangsung hingga Minggu (7/6/2026) mendatang.
Berbagai agenda menarik digelar selama GAE 2026. Ada pameran teknologi pertanian, demplot pertanian, pameran UMKM, bimbingan teknis, temu usaha.
Kemudian Ngopi Tani Live, pentas budaya, donor darah, bakti sosial hingga berbagai perlombaan.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady menjelaskan, GAE VIII 2026 menjadi instrumen strategis untuk mempercepat modernisasi pertanian dan pemberdayaan petani.
Ia menargetkan GAE kali ini dikunjungi sekitar 60 ribu pengunjung.
”Targetnya 60 ribu pengunjung, mulai petani, pelajar, akademisi, pelaku agribisnis, dan masyarakat umum dari 19 kecamatan,” ujar dia.
Dalam GAE 2026, sebanyak 47 stan pameran teknologi pertanian menampilkan beragam produk sarana produksi pertanian.
Mulai alat dan mesin pertanian, layanan pendukung usaha tani, hingga produk unggulan perangkat daerah terkait.
Demplot pertanian...
Selain itu, kata dia, terdapat 23 demplot pertanian yang memperkenalkan varietas unggul tanaman pangan, hortikultura, perkebunan serta teknologi budidaya modern.
”Kami juga menampilkan beberapa inovasi seperti koleksi plasma nutfah, demplot smart farming, dan juga penangkaran burung hantu serta reptil sebagai pengendali hama tikus alami,” bebernya.
Tak hanya itu, ada juga pameran UMKM bagi petani, petani milenial, pelaku usaha kecil menengah, hingga Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memasarkan produk olahan dan hasil pertanian lokal.
Kukub menyebut, dengan digelatnya GAE VIII 2026, Pemkab berharap masyarakat semakin mengenal inovasi pertanian modern. Sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pertanian.
”Kami mengajak generasi muda untuk mulai melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang menjanjikan,” tandasnya.
Editor: Cholis Anwar



