Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Sebanyak 115 SD rusak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah akan dilakukan perbaikan tahun 2026 ini. Anggaran yang akan digelontorkan sekitar Rp 25,9 miliar.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Grobogan (Disdik Grobogan) M. Irfan mengatakan, anggaran perbaikan sekolah tersebut akan dipakai pembangunan ruang kelas baru (RKB) hingga fasilitas penunjang sekolah.
"Tahun 2026 ini ada 115 SD rusak yang akan direhab dengan total anggaran mencapai Rp25,9 miliar. Rehab ruang kelas, pembangunan RKB), dan pemenuhan sarana dan prasarana atau sarpras sekolah," ujar M. Irfan Kamis (4/6/2026).
Dijelaskan, infrastruktur penunjang atau sarpras yang akan digarap meliputi pemasangan paving halaman, perbaikan fasilitas toilet, pembangunan pagar, hingga pembuatan gapura masuk sekolah.
Irfan menjelaskan, dengan anggaran puluhan miliar diharakan bangunan fisik tempat belajar mengajar dapat lebih nyaman. Perbaikan itu, lanjut Irfan, diharapkan mampu meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah yang kondisi fisiknya sudah memerlukan perhatian (SD rusak).
Ia menjelaskan, saat ini total keseluruhan lembaga sekolah dasar di Grobogan tercatat sebanyak 804 sekolah. Jumlah tersebut terdiri dari 780 SD Negeri dan 24 SD Swasta.
"Dengan total 804 sekolah, kami melakukan skala prioritas dan tahun ini ada 115 sekolah yang direhab," katanya.
SD Ambrol...
Untuk diketahui, perbaikan gedung SD rusak di Grobogan menjadi sorotan usai atap SDN 2 Mlilir di Kecamatan Gubug ambrol pada pertengahan Mei 2026 lalu.
Terkait ambrolnya atap itu, Disdik Grobogan menyatakan sebenarnya SD tersebut masuk prioritas pembangunan. Namun, karena ada efisiensi, pembangunan urung dilakukan.
Pengusulan rehabilitasi untuk SDN 2 Mlilir pada tahun anggaran 2026 melalui Dana Alokasi Umum (DAU).Namun, rencana tersebut harus tertunda karena adanya kebijakan dari pemerintah pusat.
Mundur pada Januari 2026, atap tiga kelas di SDN 2 Latak di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ambrol. Atap itu ambrol pada Minggu (11/1/2026) diduga akibat diterjang hujan deras dan angin kencang. Beruntung, tak ada korban dalam kejadian itu karena memang sedang libur.
Seorang Guru SDN 2 Latak mengungkapkan, sehari sebelum ambrol, tiga ruang kelas itu masih digunakan. Ia masih bersyukur karena ambrolnya di hari libur sehingga tak ada siswa jadi korban.
Akibat ambrolnya atap kelas itu, sekitar 40 siswa SDN 2 Latak kini mengungsi di madin desa setempat. Kini SD rusak di Grobogan diharapkan bisa segera
Editor: Budi Santoso



