Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Ketua Satgas MBG Grobogan Sugeng Prasetyo tak akan segan-segan menutup permanen SPPG, termasuk mitranya yang ndablek atau tak menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi (monev).
Ketegasan itu dilakukan bila dalam dua atau tiga pekan usai monev yang dilakukan pihaknya tak segera ditindaklanjuti dengan pembenahan agar seseuai SOP.
”Jika tidak ada niatan untuk pembenahan, SPPG tersebut bisa diusulkan tidak hanya penutupan sementara namun bisa penutupan atau penghentian operasional permanen,” ujar dia, Selasa (9/6/2026).
Diketahui, sejumlah aspek pada SPPG di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tengah menjadi sorotan. Di antaranya, terkait pengelolaan limbah, kebersihan, hingga bangunan.
Sugeng mengungkapkan, berdasarkan hasil monev bersama Satgas MBG tingkat kecamatan, ada beberapa SPPG yang perlu dibenahi karena belum sesuai SOP dan ketentuan yang berlaku.
Ia pun meminta momen liburan sekolah dapat dimanfaatkan dengan baik untuk membenahi kekurangan SPPG.
”Sebentar lagi libur sekolah. Untuk SPPG yang sudah dimonitoring dan evaluasi belum sesuai SOP, kami harapkan segera lakukan pembenahan,” katanya.
165 SPPG Beroperasi...
Meski demikian, sosok yang juga Wabup Grobogan itu berharap setelah monev secara berkala, para pengelola bisa membenahi SPPG sesuai SOP.
Sugeng menyebut, dari kuota 125 dapur MBG di Grobogan saat ini jumlah usulan untuk pendirian yang masuk ke BGN sudah mencapai 172 titik. Sedangkan, yang beroperasi berdasarkan data Koordinator SPPG ada 165 SPPG.
”Untuk itu penyelenggara dapur SPPG harus benar-benar memenuhi SOP dan ketentuan yang berlaku dan menjaga kualitas layanan agar program MBG berjalan baik,” tambahnya.
Sugeng menyatakan, pihaknya bersama Satgas MBG tingkat kecamatan dan Korwil akan melakukan monev secara berkala.
Ia menegaskan, agenda itu bukan untuk menjatuhkan atau mencari kesalahan. Namun sebagai langkah memperbaiki operasional dapur SPPG agar sesuai ketentuan yang berlaku.
Editor: Zulkifli Fahmi



