Desak Selat Hormuz Dibuka, Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran
Supriyadi
Senin, 6 April 2026 07:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan keras terkait kemungkinan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur vital Iran pada Selasa mendatang.
Ancaman ini muncul di tengah berkecamuknya perang antara aliansi AS-Israel melawan Iran yang telah mengubah peta keamanan regional secara drastis.
Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa target serangan akan difokuskan pada sektor energi dan konektivitas darat di seluruh wilayah Iran.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tindakan Teheran yang membatasi lalu lintas maritim di Selat Hormuz, sebuah langkah yang dinilai mengancam stabilitas ekonomi global.
”Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!!” tulis Trump pada Minggu (5/4/2026), merujuk pada kesiapan militer AS untuk menargetkan infrastruktur strategis.
Donald Trump memberikan pilihan sulit bagi Teheran: membuka kembali akses Selat Hormuz secara penuh atau menghadapi konsekuensi kehancuran infrastruktur yang akan membuat rakyat Iran hidup dalam penderitaan panjang.
Ancaman ini dipandang sebagai upaya untuk memaksa Iran mundur dari strategi blokade laut yang mereka terapkan.
Ketegangan di kawasan ini sebenarnya telah meledak sejak serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Operasi militer tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk tokoh sentral Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang memicu gelombang pembalasan besar-besaran dari pihak Teheran.
Pembalasan Iran...
- 1
- 2



