Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo mengaku bakal segera berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru Nanik Sudaryati Deyang terkait pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Hal ini dilakukan lantaran Kementerian PU sudah memiliki 222 SPPG yang harus segera diserahkan ke BGN untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis.

”Kemungkinan pekan depan kami koordinasi dengan jajaran pimpinan BGN yang baru, karena kami sudah punya 222 SPPG yang harus segera kami serahkan,” katanya seperti dilansir Antara, Jumat (5/6/2026).

Menurut dia, dari total 222 SPPG tersebut beberapa di antaranya berada di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Dody mengatakan Kementerian PU siap mendukung program-program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

”Nanti kita akan menghadap ke Ibu Nanik dan tim,” katanya.

Sebagai informasi, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengemukakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita (3B) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Surat Edaran...  

Oleh karena itu, lanjut Nanik, BGN telah mengeluarkan surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak melayani sasaran MBG 3B akan ditangguhkan. Sementara untuk pembangunan SPPG di wilayah 3T, BGN akan melakukan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN.

Nanik menjelaskan alasan keterlibatan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono, yakni untuk pembangunan Program MBG di wilayah 3T, mengingat di wilayah-wilayah tersebut dibutuhkan ahli teritorial.

Setelah melakukan konsolidasi internal BGN, Nanik mengemukakan pihaknya telah menyiapkan rencana kerja yang fokus pada efisiensi anggaran tanpa mengurangi sasaran dan kualitas menu MBG. Anggaran yang ditetapkan untuk Program MBG di tahun 2026 yakni sebesar Rp268 triliun.

Nanik menekankan apabila dapur MBG dijalankan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur maka akan dilakukan penangguhan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Berita Terkini

Terpopuler