Usai Makan Lontong Hajatan, 138 Warga Juwana Pati Keracunan Massal
Umar Hanafi
Rabu, 25 Desember 2024 11:38:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Sebanyak 138 warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah keracunan massal usai memakan lontong hajatan pada Selasa (24/12/2024) kemarin.
Seratusan warga itu mengeluhkan mual, muntah, diare, demam hingga menggigil. Mereka pun dilarikan ke puskesmas hingga sejumlah rumah sakit di Bumi Mina Tani.
Salah satu warga, Supar mengaku menjadi salah satu korban. Awalnya ia mendapatkan lontong usai mengikuti hajatan di salah satu warga Selasa (24/12/2024) sore. Lontong itu langsung dibawa pulang dan dimakan bersama sejumlah keluarga.
”Tadi di sana makan lontong. Tapi lontongnya di bungkus. Setelah makan jam 8 (malam), reaksi saya itu langsung jam 3 terasa. Mulai pagi sudah terasa. Mual, panas tinggi, kepala pusing. (Ini) sedikit turun (demam), alhmdulillah,” ujar Supar, Rabu (25/12/2024).
Supar mengaku lontong sayur yang berlauk tahu dan ayam itu tidak berbeda dengan lontong lainnya. Dirinya tak menaruh curiga dan memakan lontong dengan lahap.
”Lontongnya enak saja. Saya hanya tiga potong. Yang dua potong sama lauknya saya kasih anak saya. Itu juga itu, anak saya juga sakit. Ada tiga orang (di keluarga saya yang makan). Pokoknya yang makan pasti kena (keracunan),” jelasnya.
Hasil Laporan...
- 1
- 2



