Tuntut Keadilan, Keluarga Korban Pembunuhan Menangis di Polresta Pati
Umar Hanafi
Senin, 24 Februari 2025 14:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Mereka berdatangan dengan membawa spanduk yang berisi tuntutan. Isi spanduk itu di antaranya, ’hukum jangan ditukar dengan uang’, ’jangan nama aparat menjadi keparat’, ’korban butuh keadilan bukan janji kosong’ hingga ’sudah disuap pelaku berapa pak’.
Sebagai informasi, kasus ini bermula saat korban Damas Adi Prasetyo dan rekannya Helmi Saputra berboncengan di Pasar Malam. Helmi yang mengendarai motor disebut membleyer-bleyer kendaraannya.
Hal ini memicu kemarahan sejumlah orang yang tengah menjaga parkir dan berada di lokasi kejadian. Mereka kemudian mencoba menghadang dan mengeroyok para korban.
Akibatnya, Damas tergeletak di area parkir pasar malam tersebut. Ia mengalami luka tusuk di bagian dada. Sementara rekannya mengalami luka-luka dan nyawanya selamat usai berhasil kabur.
Editor: Supriyadi



