Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Korban pun dibawa pulang, kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, sopir damp truk tak berhenti untuk melihat kondisi korban.

”Keponakan saya kena runtuhan hasil tambang. Tertimbun batu tambang. Saat kondisi masih proses penyembuhan. Tidak ada tanggungjawab dari sopir damp truk maupun itikad baik untuk memberikan santunan atau apa,” ujar dia.

Slamet memaparkan, keponakannya tersebut harus dioperasi di bagian kepala lantaran darah membeku. Butuh 24 jahitan di bagian kepala. Saat ini, gadis cilik tersebut sudah diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan jalan.

Peristiwa ini membuat pihaknya semakin menolak keberadaan tambang di Kecamatan Sukolilo Pati. Pasalnya selain merusak lingkungan, aktivitas damp truk pengangkut hasil tambang juga sering overload dan over tonase. Apalagi sering kali, damp truk tidak menutup muatan.

Pihaknya pun meminta kepada pihak kepolisian untuk bersikap tegas dengan menutup tambang ilegal di Pegunungan Kendeng. Dirinya tidak mau kejadian serupa tertimpa anak lainnya.

”Dewan sudah sidak, tapi hasil sidak normatif. Tidak ada tindakan yang nyata. Kami juga meminta APH menyita alat tambang. Sementara ini dibiarkan. Karena selama ini terkesan dibiarkan. Kami juga meminta tambang legal untuk bertanggungjawab melakukan reboisasi dan mengembalikan fungsi tanah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukolilo Pati AKP Sahlan masih menyelidiki peristiwa tersebut. Dirinya mengaku belum mengetahui anak tersebut korban tambang atau tidak.

”Masih kami selidiki. Nanti kita upayakan agar mendapatkan bantuan,” tandas Sahlan.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler